Seperti biasanya aku kembali luruh dalam bayang-bayang semu,nikmat,hingga enggan ku torehkan garis lain dalam bayangku. Aku masih saja melihatmu seperti anak kecil yang mengagumi sang penyusunya. Tak sanggup aku memahami diriku sendiri,naif,hingga menenggelamkan asaku berlarut-larut dalam kehampaan. Adakah engkau benar-benar nyata? Hingga tak kalah banyak yang meragukan adamu. Adakah adam atau hawa yang mesti menanggung atas semua dosa manusia karena memakan buah kuldi? Adakah buah kuldi masih tegar di surga saat kita,yang katanya,akan kembali ke surga? Ketika masih ada akankah kita memakannya kembali hingga salah satu dari kita kan menjadi adam selanjutnya?
Aku benar-benar galau akan semua misteri ini,misteri yang mahabesar yang benar-benar memang seakan-akan di buat di luar kehendak kita? Ketika semua misteri ini coba kupecahkan dan akhirnya seperti mencoba memecahkan kepalaku sendiri. Aku hanya berharap satu. KEBEBASAN.
welcome in my world
ikuti saja mauku karena disini aku adalah rajanya
we are the king for ourselves
we are the king for ourselves
Senin, 15 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
ya, manusia menanggung dosa warisan. secara simbolis (karena entah benar begitu atau tidak), hawa-adam memakan buah terlarang yang menurunkan dosa pada anak-cucunya. dosa adalah turunan, dosa adalah konstruksi, dosa adalah hasil didikan. dosa itu terkondisikan. dosa itu tak benar-benar nyata.
Posting Komentar